Kritik Itu Penting Asalkan Mendidik

Namanya sosial media pasti tak lepas dengan komentar dan kritik. Mulai dari komentar dukungan sampai komentar penolakan. Tak bisa dipungkiri bahwa dengan sosial media, siapa saja bisa berkomentar dan mungkin bisa jadi pengaruh baik atau pun buruk bagi orang lain yang membaca. Media cetak dan media informasi yang berupa perusahaan, mungkin sudah mulai tak dibutuhkan lagi karena dengan mudah, praktis, cepat dan bisa dimana saja.

Kritik Itu Penting Asalkan Mendidik
Ilustrasi: Commentator


Jadi apa kita sebagai pengguna sosial media tak boleh berkomentar dan mengkritik?

Tentu boleh dan siapa pun tentunya boleh. Tapi yang perlu digaris-bawahi iyalah dengan cara yang membangun. Komentar dan kritik boleh saja asalkan dengan bijak yaitu dengan memberikan solusi bahkan mungkin ada yang mampu membantu menyelesaikan masalah tersebut secara nyata. Bukan hanya ocehan tak kunjung habis.

Ibaratkan sebuah rumah tangga umumnya yang beranggotakan Ayah, Ibu, Kakak, Aku dan Adik. Kita punya hak dan batasan yang mungkin bisa masuk ke dalam kategori ETIKA. Mungkin tak sewajarnya jika kita terlalu vulgar mengkritik Ayah Ibu kita soal kesibukan kerja mereka yang mampu menghabiskan waktu dalam sehari. Boleh saja mengkritik, tapi dengan alasan yang jelas. Misalnya dengan mengkritik aktivitas dan rutinitasnya yang selalu bersama teman kerja. Mungkin kita bisa mengkritik dari sisi itu dengan alasan "kurangnya perhatiannya terhadap kita (anaknya)". Bukan malah menganggap dan menghakiminya bahwa mereka tak sayang, tak perhatian bahkan tak menganggap kita sebagai anaknya.

Apalagi masuk dalam lingkungan sekolah bahkan pemerintahan.
Pantaskah kita berkomentar dan mengkritik tajam guru (di sekolah) dan pejabat pemerintahan kita?
Kalau menurut aku ya pantas saja. Malahan dengan kita mengkritik, artinya kita peduli dengan masalah yang mungkin mereka lalaikan dari sebagian banyak tugas yang mereka jalankan. Tapi ya itu. TETAP DENGAN ETIKA DAN SOLUSI. Jangan cuma bisa kritik dan kritik yang sebenarnya jika dikaji, isi permasalahannya itu-itu saja.

Jadilah pribadi yang lebih cerdas dalam menghadapi dan menanggapi masalah. Jangan buang waktu hanya buat mengurusi dan mengkritik orang lain yang mungkin kalau kita yang berada di posisi itu, belum tentu lebih baik dari pada mereka. Dan yang paling penting, bijaklah menggunakan nama baik kita di sosial media. Percayalah, banyak orang yang tak mengabari tapi mengetahui semua yang kamu lakukan.

~ Semoga artikel ini bermanfaat buat diri aku pribadi dan buat kalian yang membaca.

Ero Pradolly Prasitha

Hopefully article about Kritik Itu Penting Asalkan Mendidik useful for Om Goegel loyal readers. Know more about me, please read more on WHO AM I? page. Great thanks.

Number of Posts:

5 comments:

  1. Replies
    1. Bukan mudah ag dah. Mudah banget. Hahahaa 😁

      Delete
    2. Bukan mudah ag dah. Mudah banget. Hahahaa 😁

      Delete
  2. saye setuju dengan pendapat di atas, mengkritik dengan etika dan solusi

    ReplyDelete

RULES:
1. Hindari komentar SARA, porno, atau melanggar HAM
2. Disini bukan zona pertikaian (silahkan bertikai di ring lain)
3. Link tidak jelas serta mengarah ke pelanggaran kode etik dan hukum yang berlaku adalah HARAM disini
4. Penulis tidak bertanggung jawab atas apapun bentuk efek samping dari penyalahgunaan atau penyalahartian terhadap apapun konten dari blog ini
5. Penulis memiliki hak untuk menolak/menghapus komentar yang dianggap melanggar pasal-pasal di atas

PS:
“Jadilah orang yang sopan dan cerdas dalam berkomentar”.
Ask if you are not sure and/or don’t know or eager to know more,
Give solution if you found any errors, stop komentar-komentar kosong!

Contact Form

Name

Email *

Message *