Etika Melalui Bicara

Etika memang sangat erat kaitannya dengan sopan santun, kepribadian, dan karakter masing-masing orang.
Jika etika ini tidak diterapkan dengan baik, maka akan berdampak yang sangat buruk dan menjadi pribadi yang sangat buruk.
Etika banyak jenis dan rupa. Tapi kali ini aku akan membahas etika melalui bicara atau secara verbal.
Etika secara verbal memang tidak sama dengan etika secara tindakan/ perilaku, tapi secara penyampaian tentulah sama.

Ilustrasi: Pembunuhan dengan Pisau (Etika yang Salah)
Ilustrasi: Pembunuhan dengan Pisau (Etika yang Salah)

Ibarat pisau, jika digunakan sebagai memasak tentulah baik fungsi pisau. Tetapi jika digunakan untuk melakukan pembunuhan, tentulah ini sangat salah.
Begitu juga dengan etika. Jika kita diasah dan dididik dari kecil oleh orang tua atau keluarga kita dengan etika yang baik, maka baik pula etika kita dan sebaliknya.

Dari kecil aku dididik oleh bapakku yang memang mempunyai watak keras, disiplin, dan penuh dengan cara yang tidak biasa.
Aku diajarkan untuk selalu berpikir dan bisa dengan mudah berinteraksi dan membaur dalam lingkungan sekitar dengan etika yang menurutku baik.
Bapakku mengajarkan bahwa beretika secara verbal itu sangatlah penting.

Kalau dalam bahasa melayu, istilahnya "Bebahase". Yang bermakna Izin.
Maksudnya jika ingin memakai atau meminjam barang atau apa pun kepada orang lain, izinlah terlebih dahulu kepada pemilik.
Memang ini hal yang remeh. Mungkin sebagian orang berpikir hal ini biasa saja dan tidak penting. Apalagi masih dalam lingkungan keluarga.

Menurutku ini bukanlah hal yang Biasa saja. Karena ini mengajarkan sebuah hal tentang Etika.
Bebahase-lah dengan pemilik jika harus memakai barang kepemilikannya.
Ini mengajarkan akan Sopan Santun. Jika memakai barang orang tanpa sepengetahuan sama halnya dengan mencuri.
"Kan dikembalikan lagi! Kenapa dibilang Mencuri?"
Iya benar. Memang bukan mencuri, mencuri secara langsung lebih tepatnya.
Jika pertanyaa tersebut dikembalikan, "Memangnya apa yang kamu pakai itu sama persis (bentuk, kualitas, masa pakai, warna, dan lain-lain) pada saat kamu memakainya tadi?"
Itu yang aku maksud dengan mencuri. Mencuri yang tidak seperti mengambil dan tidak dikembalikan. Tapi ini juga sama halnya dengan mencuri karena apa yang sudah kita PAKAI (digunakan), tidak akan bisa sama kualitasnya seperti sebelumnya.

Jadi gunakanlah etika secara baik. Jangan anggap remeh atau sepele dengan Etika secara Verbal ini.
Jangan diam, kemudian tidak bisa bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan.
Ayo budayakan sopan santun. Mulai dari lingkungan yang kecil seperti keluarga.
Nantinya terus mengajarkan, memupuk, dan melatih kita untuk terus beretika yang baik terhadap orang lain.

Hal sederhana yang terus dilakukan, maka akan menjadi kebiasaan yang berkesinambungan. Jika kita melakukan kebaikan yang sederhana secara terus-menerus hingga menjadi kebiasaan, maka jadi baiklah kita. Tapi jika kita melakukan kejahatan yang lebih jarang dibanding melakukan kebaikan, berhati-hatilah. Segeralah insyaf!

Sekian dan begitu saja yang bisa aku sampaikan dan bagikan.
Jika menurutmu bermanfaat, tirulah. Jika tidak, ambil yang baiknya saja. Semoga bermanfaat.
Jika ada kekeliruan dan ada kesalahan dalam penafsiranku akan Etika ini, tegurlah melalui Kolom Komentar yang telah disediakan.
Terimakasih. Salam Blogger!

Ero Pradolly Prasitha

Hopefully article about Etika Melalui Bicara useful for Om Goegel loyal readers. Know more about me, please read more on WHO AM I? page. Great thanks.

Number of Posts:

2 comments:

  1. terima kasih telah berbagi info.....
    infonya sangat bermamfaat.....
    salam kenal dan salam sukses......

    ReplyDelete
  2. makasih yah atas informasinya, jangan lupa kunjungi blog aku juga.
    QUEENXXX92

    ReplyDelete

RULES:
1. Hindari komentar SARA, porno, atau melanggar HAM
2. Disini bukan zona pertikaian (silahkan bertikai di ring lain)
3. Link tidak jelas serta mengarah ke pelanggaran kode etik dan hukum yang berlaku adalah HARAM disini
4. Penulis tidak bertanggung jawab atas apapun bentuk efek samping dari penyalahgunaan atau penyalahartian terhadap apapun konten dari blog ini
5. Penulis memiliki hak untuk menolak/menghapus komentar yang dianggap melanggar pasal-pasal di atas

PS:
“Jadilah orang yang sopan dan cerdas dalam berkomentar”.
Ask if you are not sure and/or don’t know or eager to know more,
Give solution if you found any errors, stop komentar-komentar kosong!

Contact Form

Name

Email *

Message *