Sabar Ada Batasnya? Siapa yang bilang?

Sabar Itu Indah Jika Ditambah Senyum Ikhlas
Sabar Itu Indah Jika Ditambah Senyum Ikhlas
"Sabar itu ada batasnya loh!! Jadi kalo memperlakukan orang lain itu harus sewajarnya! Jangan sembarangan. Karena sabarnya dia juga ada batasnya."
Siapa yang pernah bilang bahwa sabar itu ada batasnya?? Pernah riset langsung? Pernah mendalami tentang makna dan arti dari "SABAR"?
Kenapa bisa kamu bilang bahwa sabar itu ada batasnya.
Sabar ya sabar. Ibaratkan Susu, mana mungkin kalo diminum terus menerus akan jadi Kopi. Itu kan hal yang mustahil.

"Ada kok batasnya sabar. Buktinya banyak orang yang sabar terus dianiaya, dibully, dan dimanfaatkan berakhir dengan amarah dan emosi!"
Yakinkah dia sudah sabar? Sabar itu tidak mungkin bisa terpengaruhi. Contohnya ada kok. Nabi kita Muhammad SAW. Beliau sabar dan terus sabar.
Kebanyakan orang dimasa sekarang, belum terkategori sabar. Masih dalam tahap "mencoba untuk sabar". Itukan artinya belum bisa dibilang sabar.
Jika sabar dibilang ada batasnya, itu salah besar! Yang ada batasnya adalah Batas Kewajaran.

"Wajar dong kita marah kalo dianiaya terus menerus. Kita kan manusia yang tak luput dari dosa."
Itu belum dinamakan sabar. Kalo memang Sabar, kenapa tidak menghindar dan membalas senyuman seperti nabi besar kita Muhammad SAW??!!!
Kan nabi kita juga manusia. Memang beliau berbeda derajat, tapi beliau juga wafat. Itu berarti beliau sama seperti kita (manusia).

Sabar lah! Sabar lah! Sabar lah!
Untuk sabar memang tidak mudah. Tapi dengan kamu marah, emosi, benci, dendam, dan bertengkar, itu lebih tidak mudah lagi. Karena juga tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi.

"Aku tidak bisa sabar kalo sabar serumit itu! Aku tidak bisa sabar kalo terus dianiaya!"
Memang iya sabar itu sulit. Tapi kenapa tidak kamu coba? Tidak mesti sabar juga!
Kita bisa melawan. Tapi dengan cara yang baik. Api tidak akan padam jika disiram dengan api. Siramlah dengan Air!

Jika kita dianiaya, dibully, dan dimanfaatkan terus-menerus, balas mereka dengan mendoakan yang terbaik dan beri sedikit senyuman.

Bila perlu, bilang ke mereka, "Hey, ingat loh! Allah menciptakan Neraka itu fungsinya buat menampung orang-orang yang syirik, benci, pendusta, pemberontak, dan kejahatan lainnya." dan jangan lupa kasi senyum dikit di akhir kalimat. :)

Senyum, Senyum, Senyum, Senyum
Senyum, Senyum, Senyum, Senyum
Sebenarnya apa pun itu masalahnya kalo diselesaikan dengan cara yang istimewa, badai pun pasti berlalu.. :)

Sekian dan semoga bermanfaat.
Mohon maaf jika ada salah kata, silahkan disempurnakan dengan komentar kamu yang bijak. Terimakasih. :)

Ero Pradolly Prasitha

Hopefully article about Sabar Ada Batasnya? Siapa yang bilang? useful for Om Goegel loyal readers. Know more about me, please read more on WHO AM I? page. Great thanks.

Number of Posts:

5 comments:

  1. http://brillyelrasheed.blogspot.com/2014/07/posisi-kesabaran.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah komentar. Walaupun tampaknya biar dapet backlink yaa.. :)

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. mantaaaaaapppp... renyah banget postingannya... memang benar adanya jika masih ada yang bilang sabar ada batasnya berarti orang tersebut belum sabar, sabar tak pernah memiliki ujung itu lah sabar yang sesungguhnya... sukses terus blognya kaka :)

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

RULES:
1. Hindari komentar SARA, porno, atau melanggar HAM
2. Disini bukan zona pertikaian (silahkan bertikai di ring lain)
3. Link tidak jelas serta mengarah ke pelanggaran kode etik dan hukum yang berlaku adalah HARAM disini
4. Penulis tidak bertanggung jawab atas apapun bentuk efek samping dari penyalahgunaan atau penyalahartian terhadap apapun konten dari blog ini
5. Penulis memiliki hak untuk menolak/menghapus komentar yang dianggap melanggar pasal-pasal di atas

PS:
“Jadilah orang yang sopan dan cerdas dalam berkomentar”.
Ask if you are not sure and/or don’t know or eager to know more,
Give solution if you found any errors, stop komentar-komentar kosong!

Contact Form

Name

Email *

Message *