Dikepoin Itu Lebih Kejam Daripada Dikelonin

Ilustrasi: "Mau bunuh diri gara-gara dikepoin"
Kepo adalah sebuah kekejaman yang mendekati kejahatan sejenis hipnotis dan sifat yang sangat mainstream dari seorang Jomblo Ngenes.
Kepo ini malah disalahgunakan sama si Jomblo Ngenes.

Kebanyakan para Jomblo Ngenes kalo udah kepo tingkat dewa, itu sungguh menyebalkan dan membuat kita merasa ingin tinggal di pulau terpencil yang tidak ada sinyal dan gak bisa dilacak lewat GPS atau Satelit sekali pun.
Sungguh mengesalkan, bukan?!

Keseringan yang menjadi target stalking seorang Jomblo Ngenes ialah seperti kita yang Cakep-cakep gini. #EHEM
Si Jomblo Ngenes akan mencari target utama melalui pandangan pertama pada Foto Profil Kita di Sosial Media.
Saat dia menemukan yang Cakep, aksi stalking pun dilaksanakan.

Ciri seorang Jomblo Ngenes seperti ini kalo di Twitter akan retweet dan reply Tweet-an kita yang sudah usang dan berdebu.
Itu sungguh menyebalkan dan memenuhkan kolom Mention kita!!!

Begitu juga di Facebook.
Semua Status kita yang dari zaman batu sampai sekarang, di-LIKE dan dikomentari satu per satu sama si Jomblo Ngenes yang pendek akal ini sehingga memenuhkan notifikasi dengan deretan Nama dia yang 4L4Y dengan kombinasi kata-kata Bijak.
Itu sungguh menjadi beban pikiran!!

Jadi, mau dibawa kemana Jomblo Ngenes seperti ini?
Apakah dihukum gantung?
Atau potong salah satu jari tangannya?

Berhati-hatilah!! Dikepoin bukan karena disengaja tapi karena Foto Profil kita yang terlalu imut.

Jadi saya lebih memilih Dikelonin tante-tante girang dibanding dikepoin sama Jomblo Ngenes. Hehehe #Maunya

Sekian dari saya, SALAM GANTENG!!!

Ero Pradolly Prasitha

Hopefully article about Dikepoin Itu Lebih Kejam Daripada Dikelonin useful for Om Goegel loyal readers. Know more about me, please read more on WHO AM I? page. Great thanks.

Number of Posts:

No comments:

Post a Comment

RULES:
1. Hindari komentar SARA, porno, atau melanggar HAM
2. Disini bukan zona pertikaian (silahkan bertikai di ring lain)
3. Link tidak jelas serta mengarah ke pelanggaran kode etik dan hukum yang berlaku adalah HARAM disini
4. Penulis tidak bertanggung jawab atas apapun bentuk efek samping dari penyalahgunaan atau penyalahartian terhadap apapun konten dari blog ini
5. Penulis memiliki hak untuk menolak/menghapus komentar yang dianggap melanggar pasal-pasal di atas

PS:
“Jadilah orang yang sopan dan cerdas dalam berkomentar”.
Ask if you are not sure and/or don’t know or eager to know more,
Give solution if you found any errors, stop komentar-komentar kosong!

Contact Form

Name

Email *

Message *